Gubernur Sultra Angkat Tersangka Kasus Cabul Jadi Plt Bupati

oleh -
Mardani Ali Sera. foto/tiktak.id

URBANNEWS.ID – Keputusan Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) mengangkat Ramadio sebagai Plt Bupati Buton Utara, menuai kecaman. Ia diminta dicopot dari jabatannya karena status hukumnya sebagai tersangka tindak pidana eksploitasi seksual terhadap anak.

“Jadi (Gubernur) jangan asal tunjuk Plt saja, walaupun hanya beberapa bulan, Oktober, November, dua bulan lah. Tapi masyarakat jadi nggak percaya pemerintahan, harusnya orang yang dicari orang yang tidak bermasalah. Apalagi ini menyangkut masalah moral,” ujar anggota Komisi II DPR F-PAN, Guspardi Gaus, saat dihubungi, Kamis (1/10/2020).

Namun Guspardi mengingatkan masyarakat agar mengedepankan asas praduga tak bersalah. Dia menyebut saat ini Romadio baru menjadi tersangka dan belum ada penetapan bersalah dari pengadilan.

“Jadi intinya kalau tersangka kan ada praduga tak bersalah, orang yang praduga tak bersalah kan dia belum divonis bersalah atau tidak. Jadi artinya dalam hal ini tentu bisa saja karena statusnya belum jelas bisa saja artinya dia belum dinyatakan bersalah,” katanya.

Dia pun menyarankan agar Pemprov Sultra segera mencopot Romadio. Dia menyarankan agar Rimadio diganti dengan pejabat Pemprov seperti Sekda hingga kepala dinas di Pemprov Sultra.

“Terlepas dari itu semua karena ini penunjukan, ditunjuk, itu kan siapa saja boleh, eselon 2 siapa saja boleh, jajaran eselon 2 bisa Sekda, bisa tingkat provinsi itu bisa asisten 1, 2, 3, bisa juga kepala dinas. Oleh karena itu, sebelum memutuskan ini, harusnya gubernur harus paham itu kan kita harus dengar apa yang jadi aspirasi masyarakat,” tutur dia.

Hal senada juga dikatakan oleh anggota Komisi II lainnya, kritik datang dari Fraksi PKS, Mardani Ali Sera. PKS meminta agar pemerintah segera mencopot Romadio dari jabatan Plt Bupati Buton Utara.

“Segera berhentikan sementara yang bersangkutan dari Plt Bupati Buton Utara. Pencabulan Anak adalah kejahatan luar biasa. Bahkan dalam Pileg 2019 lalu bandar narkotika dan pelaku kejahatan seksual pada anak di larang maju jadi caleg,” tegas Mardani saat dihubungi terpisah.(hen/news.detik.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *