
URBANNEWS.ID – Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Agung Firman Sampurna kabur dari Grup WA Block Rokan For Indonesia. Hal itu diketahui Senin (28/6/2021) malam saat urbannews.id menyambangi grup itu.
Sejak terbentuk akhir Mei 2021 lalu, Grup tersebut banyak membuka fakta-fakta penting tentang kasus pencemaran lingkungan di Wilayah Kerja Migas Blok Rokan di Riau. Mulai dari fakta-fakta tanah terkontaminasi minyak yang belum dipulihkan PT CPI, hingga persoalan pembangkit listrik MCTN pun dikupas hangat dalam grup itu.

Sebagai Ketua BPK RI, peran Agung Firman Sampurna tentu sangat besar dalam karut marut persoalan Blok Rokan, lebih-lebih menjelang hengkangnya PT Chevron Pacific Indonesia pada 9 Agustus 2021 mendatang.
Segala tindakan PT CPI di Blok Rokan dibiayai oleh negara melalui skema cost recovery. BPK merupakan satu-satunya lembaga negara yang berhak mengaudit dan menentukan kerugian keuangan negara.
Apalagi, dalam webinar tentang Blok Rokan baru-baru ini yang digelar FSPPB, mantan Ketua Panja Undang Undang Lingkungan Hidup, Sonny A Keraf, terang menyatakan bahwa telah ada bagian audit khusus lingkungan di BPK RI saat ini, dan BPK RI juga pernah melakukan audit lingkungan atas operasi PT Freeport Indonesia pada tahun 2016, tentu ada pertanyaan mengapa untuk Blok Rokan BPK RI tidak dilakukan.
Tentu saja, kaburnya Agung Firman Sampurna dari Grup WA Blok Rokan For Indonesia itu menyisakan tanda tanya besar. Ada apa gerangan? (hen)
