PLN Hanya ‘Lips Service’?

oleh
Ilustrasi PLN alinea id
Ilustrasi PLN. foto/alinea.id

Sekali lagi, serikat di kalangan PLN sudah mulai melawan program privatisasi atau penjualan atau swastanisasi PSRP dimaksud, dengan tema yang lebih fokus di segment pembangkit yang selama ini sebagian dioperasikan oleh IP dan PJB.

Dan mereka akan mengulangi lagi sikapnya dalam acara Rapat Akbar Tolak Holdingisasi pembangkit PLN pada 5 Agustus 2021 yang akan datang.

Artinya, serikat-serikat di atas sudah berbeda visi dengan manajemen PLN yang masih menabalkan kata-kata Merdeka dalam promo bulan Agustus 2021 dengan tema Super Merdeka Listrik! Dan penulis yakin bahwa Direksi PLN melaunching dengan judul terkait kata-kata Merdeka ini secara latah!

Baca Juga  Kalau Trauma dan Apriori, Pemerintahan Jokowi Bisa Amblas oleh Perubahan Iklim

Artinya, di internal PLN sudah terjadi perbedaan pandangan dalam konteks Ideologi pengelolaan kelistrikan! Kalangan manajemen dengan Dirut yang berasal dari kalangan perbankan berideologi Kapitalis yang mengesampingkan aturan, sedang kalangan Serikat masih menuntut PLN berperan sebagai infrastruktur yang tunduk pada azas Konstitusi pasal 33 ayat (2) UUD 1945 dan Azas Ideologi Pancasila.

   

Lebih berat lagi saat ini ada eksponen Komunis, IPP dari China, yang menyusup dengan pura-pura jadi Kapitalis memanfaatkan Rezim Hermaprodit yang Komunis sekaligus Kapitalis!

Baca Juga  Surat Terbuka untuk Presiden Jokowi: Menyoal Rencana Revisi Permen ESDM Nomor 49/2018 tentang Penggunaan PLTS Atap oleh Konsumen PLN

Kesimpulannya, rupanya jajaran Manajemen PLN ini tidak tahu atau pura-pura tidak tahu, atau Hypokret seperti Pak Lurah, dan dengan gampangnya membuat jargon “Super Merdeka Listrik”! Yang targetnya mudah ditebak hanya sebagai pencitraan!

Saya menyarankan kepada jajaran Pemerintah dan DPR, agar mencermati suara Serikat di kalangan PLN ini! Penulis sudah banyak memberikan masukan ke anda-anda ini bahkan mulai sekitar tahun 2000-an!

Baca Juga  Mungkinkah Erick Thohir Sejenis 'Spesies Langka' di Mata Hukum Sehingga Harus Dilindungi?

Artinya, konform apa yang sudah penulis sampaikan ke Pemerintah dan DPR RI selama ini! Kalau pemerintah dan DPR RI sudah tidak mampu laksanakan Pancasila, anda-anda ini lebih baik mundur. Tidak perlu pencitraan dengan Nawa Cita dan lainnya. Bullshit itu semua!

Kepada keluarga besar PLN jangan sedikit-sedikit bilang hoax hanya demi sepotong kue dari penguasa! Faktanya Serikat di internal PLN pada bergerak!!***

Magelang, 3 Agustus 2021
Ahmad Daryoko
Koordinator INVEST

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *