Rekind Adakan Risk Management Awareness Forum

oleh
B8CD9C96 C937 4137 852F CD8348BEF90A

JAKARTA – Sebagai upaya on boarding kepada para pejabat baru struktural, sekaligus memberikan penyegaran (refreshment) agar memiliki pemahaman yang sama serta memiliki awareness terkait implementasi Manajemen Risiko di PT Rekayasa Industri (Rekind), Rabu (22/6/2022) lalu, diadakan Risk Management Awareness Forum secara online/viirtual.

Kegiatan yang dibuka oleh Direktur Operasi dan Teknologi/Pengembangan, Yusairi itu menghadirkan pembicara/pemateri Yusuf Nugroho, VP Risk Management.

Manajemen Risiko erat kaitannya dengan kebijakan perusahaan dalam meletakkan analisis risiko untuk setiap pekerjaan, yang mencakup aspek tugas, tanggung jawab, wewenang di setiap fungsi dalam organisasi. Tujuannya, memandu pengambilan keputusan untuk mencapai hasil yang diinginkan, hal ini  berlaku pada proses bisnis serta individu yang terlibat di dalamnya.

Baca Juga  BRIN dan PT PAL Jalin Kerja Sama Pengembangan Teknologi Hidrodinamika Kapal

Manajemen risiko juga dilakukan oleh orang-orang, dengan apa yang mereka rasakan, pikirkan, katakan, dan akhirnya dengan apa yang akan mereka lakukan. Dalam konteks Perusahaan hal ini didefinisikan sebagai bentuk mekanisme ERM (Enterprise Risk Management), yang merupakan proses di mana organisasi terdiri dari kumpulan orang, menilai, mengontrol, memantau risiko dari semua sumber, untuk tujuan meningkatkan value jangka pendek maupun jangka panjang perusahaan.

   
Baca Juga  Presiden Ingin Kilang Mini Jadi Solusi Defisit BBM Nasional, BPH Migas Diduga Malah Teror PT TWU dengan Tagihan Iuran Tak Sesuai Aturan

“Oleh sebab itu penerapan tata nilai atau value budaya sadar risiko oleh setiap karyawan di perusahaan, khususnya di Rekind, menjadi sangat penting,” tambah Yusairi.

Dalam proses transformasi core values BUMN yaitu AKHLAK, peran leader sangat penting dalam melakukan pembinaan dengan cara yang tepat untuk membentuk tim yang kompeten di bidangnya agar setiap insan di PT Rekayasa Industri berperilaku sesuai dengan kode etik dalam setiap nilai AKHLAK serta dapat meningkatkan kinerjanya. Peningkatan kinerja ini tentunya dengan mempertimbangkan aspek risiko melalui program-program strategis yang telah ditetapkan, sehingga akan terbangun budaya sadar risiko pada setiap kegiatan operasional sehari-hari.(hen)

Baca Juga  Kejar Pemerataan Dokter, Pemerintah Luncurkan SPO Uji Kompetensi Nasional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *