PEKANBARU – Gelombang unjuk rasa dan demonstrasi mahasiswa yang seakan tak berhenti terkait dugaan praktek tindak pidana korupsi bidang kehutanan Surya Dumai Group atau First Resources, bisa dimaknai sebagai terusiknya intelektualitas dan idealisme kalangan mahasiswa di Riau.
Kondisi tersebut bisa meningkat secara eskalatif dan tak terbendung sepanjang kedua hal tersebut masih mengusik kalangan terpajar itu.
Demikian diungkapkan Pemerhati Sosial Kemasyarakatan dan Infrastruktur Riau, HM Nasir Day Nurdin SH MH kepada urbannews.id, Kamis (29/9/2022).
“Saya melihat memang isu Surya Dumai ini tampak begitu mengusik intelektualitas dan idealisme mahasiswa di Riau. Dua hal krusial yang ada pada para mahasiswa ini terganggu. Apalagi di depan mata mereka dipertontonkan satu kasus Duta Palma satu lagi kasus Surya Dumai. Kalau ditelisik duduk perkaranya, sangat mirip dan kurang lebih sama. Tapi mereka terusik, karena yang satu diproses hukum sementara yang satu lagi seakan kebal hukum,” ulas Nasir.
Oleh sebab itu, Nasir mengatakan, integritas Kepala Kejaksaan Tinggi Riau Dr Supardi memang benar-benar diuji di Riau ini.
“Sebagai mantan Direktur Penyidikan Kejaksaan Agung yang telah gemilang berhasil memongkar kasus korupsi Duta Palma, sekarang beliau ditempatkan sebagai Kajati Riau. Nah, sekarang di Riau ternyata ada dugaan skandal yang ditengarai lebih dahsyat dari pada Duta Palma, ya Surya Dumai alias First Resources ini. Maka tentu integritas dan nyali beliau mendapat cabaran yang hebat saat bertugas di Riau saat ini,” tukas Nasir.
Meski demikian, Nasir mengaku tak ragu sedikit pun dengan kapasitas dan integritas Dr Supardi sebagai Kajati Riau.
“Kita tercengang dan kagum sekali, ketika baru datang ke Riau, di hadapan pegawai negeri yang ada di Riau, beliau telah mewanti-wanti para pegawai negeri untuk tidak memberi makan anak dan istri dengan uang haram. Ini sangat luar biasa. Saya jarang melihat Kajati seberani dan setegas ini,” ungkap Nasir.






