PEKANBARU – Bertepatan Hari Ulang Tahun Kota Pekanbaru ke-239, Tokoh masyarakat Pekanbaru, H Nasir Day, menyatakan memberikan apresiasi kepada Pj Walikota Pekanbaru atas kinerja positifnya sebagai motor pembangunan di Pekanbaru.
“Kami melihat Pj Walikota sangat layak kita beri apresiasi terutama karena telah mengembalikan julukan Kota Pekanbaru menjadi Kota Bertuah. Secara psikologis, kami yakin ini berdampak positif terhadap spirit warga kota ini,” ungkap Nasir Day didampingi politisi muda Budi Prasetyo di Pekanbaru, Jumat (23/6/2023).
Selain itu, tambah Nasir, pernyataan Muflihun yang akan fokus menyelesaikan terbengkalainya pembangunan Pasar Cik Puan, patut diacungi jempol dan didukung.
“Sebab perlu diingat ya, Pasar Cik Puan bukan hanya sekedar tempat berjual beli biasa, Pasar Cik Puan begitu bersejarah bagi orang Pekanbaru. Jadi hal-hal seperti ini harus disikapi dengan bijak oleh pemimpin daerah,” beber Nasir.
Lebih lanjut Nasir mengatakan, pondasi pembangunan Kota Pekanbaru yang sudah dengan susah payah dibangun oleh Herman Abdullah, seakan diluluh lantakkan oleh Firdaus MT selama sepuluh tahun berkuasa di Pekanbaru.
“Bagaimana tidak, sampai hari ini kita tidak dapat melihat mana bukti janji Firdaus yang akan menjadikan Jalan Riau menjadi jalan satu arah. Padahal itu dia ucapkan saat memberikan izin pembangunan tujuh hotel di Kecamatan Senapalan pada saat bersamaan. Hasilnya kita sama-sama bisa melihat, kondisi Jalan Riau itu sangat berantakan dan tidak tentu arah,” kecam Nasir.
Kondisi Pasar Cik Puan hari ini, menurut Nasir juga tak terlepas dari kinerja buruk Firdaus MT sebagai walikota selama 10 tahun.
“Kita bisa bayangkan, sepuluh tahun lho, tidak ada progres sama sekali untuk Pasar Cik Puan. Kita masayarakat ini nggak mau tau juga apa masalahnya, yang penting bagi masyarakat ada progresnya, karena memang tugas pemerintah kota diamanahkan oleh rakyat untuk membereskan masalah ini,” kata Nasir.
Nasir juga menguraikan, kinerja Firdaus yang jeblok selama menjadi walikota itu, juga diperparah dengan keputusannya membawa orang-orang tak berintegritas menjadi pejabat di jajaran Pemko Pekanbaru.
“Kita ambil contoh Indra Pomi. Masyarakat sudah mengetahui bahwa namanya tersangkut dan disebut-sebut dalam pusaran kasus korupsi pembangunan jembatan di Kabupaten Kampar. Kok bisa tiba-tiba dibawa oleh Firdaus untuk menjadi Kepala Dinas PUPR di Pekanbaru ini,” beber Nasir.
Selain itu, jelas Nasir, semrawutnya pekerjaan IPAL di Pekanbaru yang telah meresahkan pengguna jalan beberapa tahun belakangan ini juga menjadi catatan penting kinerja Firdaus MT.
“Kami juga melihat ada keseriusan Pj Walikota Pekanbaru untuk membereskan masalah IPAL ini. Namun memang kami melihat penempatan Edward Riansyah sebagai Kepala Dinas PUPR perlu menjadi catatan, sebab tidak memilki bidang keilmuan di bidang teknik. Masak sarjana ekonomi ditempatkan sebagai kepala dinas pekerjaan umum,” ungkap Nasir.
Oleh sebab itu, kata Nasir, langkah progresif Pj Walikota Pekanbaru Muflihun dalam umur yang masih seumur jagung memegang tampuk pemerintahan di Pekanbaru, diharapkan dapat mengembalika kejayaan Pekanbaru seperti masa dipimpi oleh Herman Abdullah.
“Meski demikian, Pj Walikota jangan terlalu berbesar hati, sebab apa yang telah diucapkan olehnya soal Pasar Cik Puan itu, akan kami kawal dan kejar terus,” pungkas Nasir.(*)






