Pertamina Sampaikan Pentingnya Buffer Zone Demi Keselamatan Warga

oleh
2437C734 8858 4415 B0CC 3BF2BAE60FCA
Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati memberikan pemaparan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VII DPR RI di Ruang Rapat Komisi VII, Jakarta, Kamis, (16/03/2023).

JAKARTA – Pasca insiden di Terminal BBM (TBBM) Plumpang, PT Pertamina (Persero) menyampaikan pentingnya keberadaan buffer zone (zona aman) pada fasilitas strategis perusahaan demi menjamin keselamatan warga. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati pada Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR RI Kamis (16/03) di Jakarta.

Nicke menyampaikan bahwa TBBM Plumpang merupakan salah satu objek vital nasional yang menjadi tulang punggung ketahanan pasokan BBM di sejumlah wilayah, “TBBM Plumpang memasok BBM untuk 790 SPBU di 19 Kota/Kabupaten. Lokasi ini berkontribusi sebanyak 15% untuk penyediaan BBM nasional,” ungkapnya.

   

Begitu besarnya peran TBBM Plumpang lebih lanjut Nicke menjelaskan bahwa fasilitas ini tidak serta merta bisa ditutup karena akan berpengaruh pada ketahanan nasional. Maka keberadaan buffer zone menjadi sebuah keharusan, mengingat fasilitas operasi Pertamina tetap memiliki potensi bahaya. 

Baca Juga  PIS Resmi Kerja Sama dengan NYK, Siap Gempur Pasar LNG Internasional dan Kembangkan Green Business

“Dengan adanya buffer zone maka akan membantu menjaga keselamatan masyarakat yang berada di sekitar wilayah TBBM Plumpang,” jelas Nicke.

Upaya Pertamina tersebut mendapatkan dukungan dari Komisi VII DPR RI. Dalam kesimpulan RDP hari ini Komisi VII meminta Pertamina mengimplementasikan buffer zone secara tegas dan konsekuen dalam rangka menjaga keselamatan kerja dan warga sekitar.

“Saya mengucapkan terima kasih, karena semuanya memberikan support atau dukungan untuk segera melakukan pembangunan buffer zone,” ujar Nicke.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *