Pj Wali Kota Bandung Kembali Tegaskan Pentingnya Pengelolaan Sampah Dari Hulu

oleh
IMG 9413

BANDUNG – Penjabat (Pj) Wali Kota Bandung, A. Koswara kembali menegaskan, pengelolaan sampah di hulu memiliki peran kunci dalam mengatasi masalah sampah di Kota Bandung.

Hal ini disampaikan seiring dengan upaya Pemerintah Kota (Pemkot) yang terus berfokus pada pengurangan sampah yang dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti, sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah dari sumbernya.

Menurut data per 4 Oktober 2024, timbulan sampah di Kota Bandung mencapai 1.796,51 ton per hari, dengan 993 ton diangkut ke TPA Sarimukti.

Baca Juga  Resmikan TVRI Stasiun Transmisi Rohil, Bupati Afrizal Sintong: Semoga Bermanfaat untuk Kemajuan Rokan Hilir

Melalui berbagai inisiatif pengelolaan sampah, seperti klasterisasi pengolahan, pembangunan rumah maggot, dan penerapan kebiasaan baru, pemerintah menargetkan akhir November ini bisa berhasil mengurangi ritase pengiriman sampah dari 172 ritase per hari menjadi 140 ritase.

   

“Pemkot Bandung telah berkomitmen untuk menangani sampah dari hulu sampai hilir. Mulai dari pemilahan sampah di rumah tangga, hingga pengelolaan di TPs. Ini bukan hanya tugas pemerintah, tapi tanggung jawab bersama,” ujar Koswara di Jalan Asia Afrika, Rabu 23 Oktober 2024.

Baca Juga  Terungkap, CPI Hanya Cangkuli Limbah Minyak di Lahan Warga Lalu Minta Warga Menyatakan Pemulihan Pencemaran Sudah Selesai

Sebanyak 383 Kawasan Bebas Sampah (KBS) telah terbentuk di Bandung per September 2024, dengan 589 rumah maggot yang tersebar di berbagai kelurahan. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA, sekaligus mendorong pengelolaan sampah mandiri di masyarakat.

Selain itu, Koswara menekankan, pengelolaan sampah di pasar-pasar tradisional juga terus dioptimalkan. Dari 37 pasar di Bandung, sekitar 54 ton sampah dihasilkan setiap harinya. Pemkot Bandung berusaha agar 70 persen dari sampah pasar diolah langsung di lokasi, sehingga hanya 30 persen sampah residu yang dikirim ke TPA Sarimukti.

Baca Juga  KPU Singkawang Tetapkan Hasil Perolehan Suara Sah Pilwako

“Pengelolaan sampah di hulu sangat penting, dan kita semua memiliki peran di dalamnya. Ini bukan sekadar tugas pemerintah, tapi memerlukan partisipasi aktif setiap warga untuk menjaga lingkungan kita,” tambahnya.

Langkah-langkah ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga melibatkan masyarakat secara langsung. Dengan demikian, upaya bersama ini diharapkan mampu mengurangi beban TPA dan memperkuat budaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan di Kota Bandung.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *