Diprotes Warga, PT Priatama Riau Disebut Provokasi Buruh Hadang Masyarakat Pulau Rupat

oleh
WhatsApp Image 2025 10 15 at 10.14.58
Diprotes Warga, PT Priatama Riau Disebut Provokasi Buruh Hadang Masyarakat Pulau Rupat

RUPAT – Konflik antara masyarakat Pulau Rupat dan PT Priatama Riau kembali memuncak, Rabu (15/10/2025) pagi. Situasi kian panas setelah muncul kabar bahwa pihak perusahaan mengerahkan karyawan dan buruh yang tergabung dalam SPSI untuk dihadapkan langsung dengan warga setempat yang sejak beberapa hari terakhir memblokade akses jalan menuju areal perusahaan.

Menurut informasi dari lapangan, para buruh itu disebut-sebut diprovokasi dengan alasan bahwa aksi blokade warga membuat mereka tidak bisa bekerja. Langkah ini dinilai masyarakat sebagai upaya adu domba antara sesama rakyat kecil.

   

Korlap aksi, Jefri Candra, mengecam keras tindakan tersebut.

“Ini bukti bahwa PT Priatama Riau tidak menghargai warga setempat. Mereka lebih memilih mengadu domba masyarakat dengan karyawan, daripada duduk menerima dan menyelesaikan tuntutan kami,” tegas Jefri dari lokasi aksi di bawah tenda perjuangan.

Baca Juga  Kecam Rencana Pengerahan Polisi ke Pulau Rupat, Aidil: Jangan Benturkan Aparat dengan Rakyat

Jefri menambahkan, perusahaan seharusnya berintrospeksi diri, bukan justru memprovokasi buruh.

“Mereka sudah lama beroperasi di Rupat, tanpa mengantongi IUP. Tapi perilakunya seperti kebal hukum. Bukannya mau berdamai, mereka malah merasa kuat dan kebal dari aturan,” ujarnya dengan nada geram.

Aksi massa di lokasi terus bertahan, meski ketegangan meningkat. Warga menegaskan tidak akan bubar sebelum tuntutan mereka terkait kepastian Plasma terpenuhi. Sejumlah aparat keamanan dikabarkan sudah siaga untuk mengantisipasi bentrokan horizontal.

Seruan keras juga disampaikan Jefri kepada pemerintah pusat.

“Tolong Pak Prabowo, cabut saja izin HGU PT Priatama Riau! Kalau perusahaan ini terus dibiarkan, mereka akan terus merasa bisa mengatur segalanya di atas tanah masyarakat,” ujarnya lantang disambut sorakan ratusan warga di lokasi aksi.(*)

Baca Juga  Kecam Rencana Pengerahan Polisi ke Pulau Rupat, Aidil: Jangan Benturkan Aparat dengan Rakyat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *