Hadiri Kuliah Umum UGM, Menko Airlangga: Perguruan Tinggi Harus Memaksimalkan Potensi Akademik untuk Ciptakan The New Engine of Growth

oleh
publikasi 1763557677 691dc12daa4d7
Hadiri Kuliah Umum UGM, Menko Airlangga: Perguruan Tinggi Harus Memaksimalkan Potensi Akademik untuk Ciptakan The New Engine of Growth

YOGYAKARTA – Industri dan teknologi selalu berkembang dan bertumbuh, semisal evolusi teknologi dari yang sebelumnya menggunakan mesin uap, sekarang sudah masuk ke dalam era kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan Industri 4.0. 

Ke depan, AI dan teknologi digital akan menjadi penggerak utama, sehingga pertumbuhan ekonomi tinggi bukan hanya mimpi.

   

“Ke depan adalah digital base, semikonduktor dan AI. Sekarang sudah naik lagi ke quantum computing sehingga data center dan yang lain di sini menjadi penting, termasuk di Indonesia,” jelas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Kuliah Umum Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) yang mengangkat tema “Hilirisasi Dorong Percepatan Ekonomi dan Penciptaan Lapangan Kerja untuk Mewujudkan Indonesia Emas 2045”, di Yogyakarta, Rabu (19/11/2025).

“Hilirisasi berikutnya adalah silika, semikonduktor, dan renewable energy serta energy storage system. Jadi bukan hanya itu, tapi access menjadi kunci, dan ini yang menjadi tantangan ke depan,” lanjutnya. 

Lebih lanjut, Menko Airlangga mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto ingin mempercepat pengembangan sektor energi terbarukan ini, antara lain dengan adanya Koperasi Merah Putih. 

Keberadaan koperasi itu salah satunya untuk mendorong pengembangan energy storage system di banyak daerah pedesaan di seluruh Indonesia.

Hilirisasi memang merupakan fondasi penting untuk mewujudkan misi Asta Cita dan memperkuat nilai tambah ekonomi nasional. 

Dalam hal ini, Indonesia tidak hanya menjual bahan mentah, tetapi juga harus mampu mengolahnya menjadi produk turunan yang bernilai lebih tinggi. 

Hilirisasi berbasis sumber daya alam (SDA) dan sektor maritim juga bertujuan untuk membuka lapangan kerja seluas-luasnya sehingga akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi juga.

Selain itu, Indonesia tengah mempercepat pengembangan ekosistem semikonduktor dari hulu hingga hilir untuk memenuhi permintaan global dan domestik yang terus meningkat. 

Kemajuan dalam semikonduktor dan AI bukan tujuan akhir, namun memberikan efek multiplikatif yaitu sebagai alat untuk merevitalisasi dan meningkatkan produktivitas sektor-sektor ekonomi tradisional dan modern. 

Namun, di sisi lain, industri semikonduktor maupun AI sedang menghadapi kekurangan talenta terlatih yang diperlukan untuk manufaktur dan desain.

“Di sektor AI membutuhkan tenaga kerja yang banyak, karena harus melakukan kodifikasi atau pengumpulan data. Ini pekerjaan rumah bagi perguruan tinggi untuk mendorong AI di setiap sektor. AI merupakan the next big thing, yang pertumbuhannya tidak linier tapi eksponensial. Jadi, saya ingin untuk didorong SDM-nya, termasuk dari UGM. Saya ingin semua potensi akademik dimaksimalkan untuk menciptakan the new engine of growth,” tutup Menko Airlangga.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *