Crevolution 2025: Wadah Para Pelajar Kota Bandung Unjuk Gigi Ide Kreatif

oleh
IMG 3628

BANDUNGPemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus mendorong tumbuhnya ekosistem ekonomi kreatif di kalangan pelajar. Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, saat membuka kegiatan Crevolution (Creative Revolution) 2025 bertema “Ekonomi Kreatif Menyatukan Ide, Membangun Negeri” di SMKN 3 Bandung, Sabtu (6/12/2025).

Dalam sambutannya, Erwin mengapresiasi Forum Mahasiswa Bandung dan Forum OSIS Kota Bandung sebagai motor gerakan kreativitas dan kepemimpinan pelajar.

   

Ia menyebut para pelajar hari ini adalah calon pemimpin masa depan yang harus dibekali kemampuan berpikir kreatif, kolaboratif, dan berintegritas.

“Pemuda hari ini adalah calon pemimpin masa depan. Tantangannya besar, maka harus inovatif, kreatif, dan memiliki empat kualitas: spiritual, intelektual, emosional, serta kemampuan memimpin secara demokratis,” ujar Erwin.

Erwin mengatakan, Kota Bandung telah menetapkan ekonomi kreatif sebagai salah satu pilar utama pembangunan. Pemkot, kata dia, memiliki visi menjadikan Bandung sebagai kota yang unggul, terbuka, amanah, maju, dan ramah, yang ditopang oleh keberagaman, teknologi, dan kearifan lokal.

Untuk mewujudkan itu, Pemkot Bandung saat ini tengah membangun UMKM Center di 30 kecamatan, pusat inkubasi bisnis, hingga pusat kuliner yang dirancang sebagai ruang tumbuh bagi pelaku usaha pemula, termasuk pelajar.

“Di inkubasi bisnis, anak-anak muda dididik mulai dari literasi keuangan, digital marketing, sampai pengembangan produk. Harapannya pelajar pun bisa menapaki dunia usaha sejak dini,” ucapnya.

Menurutnya, generasi muda harus memiliki fondasi kesadaran agama, ilmu, kecintaan terhadap daerah, etika sosial, serta keberanian berorganisasi.

“Saya meyakini dari sini akan lahir pengusaha-pengusaha muda Kota Bandung. Kalian bukan hanya cerdas, tapi juga kreatif dan memiliki integritas,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Forum OSIS Kota Bandung, Shaira Salsabila, menyampaikan, Crevolution 2025 menjadi momentum penting bagi 300 pelajar yang hadir untuk menunjukkan karya terbaiknya.

“Pelajar Kota Bandung tidak pernah kehabisan semangat. Mereka haus ruang berekspresi dan ingin mengambil peran dalam perubahan. Karya pelajar bukan hanya hobi, tetapi punya nilai ekonomi, nilai sosial, dan nilai kemandirian,” ujar Shaira.

Ia menyebut banyak pelajar yang telah terjun ke bidang perancangan brand, content creator, desain grafis, hingga pemasaran kreatif. Menurutnya, ruang seperti Crevolution menjadi ekosistem yang memungkinkan ide tumbuh menjadi peluang nyata.

“Pelajar hari ini bukan hanya harapan bangsa, tapi kekuatan nyata yang sedang bekerja dan menciptakan. Generasi kita tidak menunggu, tapi mengambil peran dan membangun arusnya sendiri,” ungkapnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *