ACEH TAMIANG – Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Indonesia, Rosan P Roeslani menyatakan, pemerintah melalui kolaborasi seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN), menargetkan anggaran untuk pembangunan hunian dan fasilitas pendukung pascabencana Sumatera, sebesar Rp1 triliun. Anggaran itu berasal dari dana tanggung jawab sosial atau Corporate Social Responbility (CSR).
“Kami pada saat ini sudah menargetkan untuk pengeluaran dari CSR seluruh BUMN kurang lebih kita anggarkan Rp1 triliun,” ujar Rosan dalam rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto, Kamis (1/1/2025).
Saat ini, kata Rosan, realisasi dana yang sudah dikeluarkan telah mencapai sekitar Rp655 miliar. Dana CSR digunakan untuk membiayai pembangunan Rumah Hunian Danantara beserta fasilitas pendukungnya, seperti dapur umum, toilet dan kamar mandi, musala, jaringan wi-fi, hingga ruang bermain anak.
Keterlibatan BUMN melalui CSR ini memungkinkan pemerintah dapat bergerak cepat tanpa menunggu proses anggaran yang memakan waktu lebih panjang.
“Dengan selesainya rumah dan juga bahan-bahan lain yang kita sudah berikan pada saat ini sudah mencapai kurang lebih Rp655 miliar. Jadi, dana itu yang sudah kami keluarkan,” kata Rosan.
Pembangunan Rumah Hunian Danantara berada di atas lahan milik PTPN yang telah dibersihkan. Proses pengerjaannya melibatkan BUMN yang selama ini telah bekerja 24 jam.
Saat ini, terdapat 600 unit hunian yang berada di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, yang akan diserahkan kepada pemerintah daerah pada 8 Januari 2026.
Danantara menargetkan dapat membangun 15.000 unit hunian yang tersebar di 3 provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar), dalam waktu tiga bulan ke depan.(*)

