Hari Pertama Jadi Menperin, Sarmuji Petakan Masalah Industri dan Lapangan Kerja

oleh
IMG 6167

JAKARTA — Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji langsung menggelar rapat bersama pejabat eselon I Kementerian Perindustrian (Kemenperin) pada hari pertama berkantor untuk memetakan persoalan yang menghambat pertumbuhan sektor manufaktur.

Langkah tersebut menjadi agenda awal Sarmuji setelah resmi menggantikan Agus Gumiwang Kartasasmita sebagai Menteri Perindustrian. Tribunnews melaporkan, rapat bersama jajaran eselon I tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi berbagai persoalan yang perlu segera ditangani Kemenperin.

Sarmuji sebelumnya menyampaikan bahwa pertumbuhan manufaktur membutuhkan penyelesaian berbagai faktor yang menjadi hambatan industri. Karena itu, ia meminta jajarannya menyusun peta masalah sekaligus solusi yang dapat diterapkan.

Baca Juga  Endus Kejanggalan Proyek Natuna Sea, CBA Minta KPK Segera Panggil Dwi Soetjipto

Menurut laporan RRI, Sarmuji menilai penguatan sektor manufaktur berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja. Ia menyebut menjadikan industri sebagai daya ungkit ekonomi sekaligus memperluas lapangan kerja merupakan tantangan yang harus diselesaikan.

   

Bagi pekerja dan masyarakat yang menggantungkan pendapatan dari sektor industri, perkembangan kebijakan Kemenperin menjadi penting karena pertumbuhan industri berkaitan dengan kebutuhan tenaga kerja dan aktivitas ekonomi.

Sarmuji meminta jajaran Kemenperin tidak hanya melihat kendala, tetapi juga mengidentifikasi peluang yang dapat dikembangkan.

“Kalau awal-sejak awal kita berpikir kendala, tentu kita tidak akan pernah bisa maju. Tapi kalau kita berpikir peluang, potensi, tentu kita ada optimisme untuk melangkah ke depan,” kata Sarmuji, seperti dikutip RRI.

Baca Juga  TI Ungkap Tata Kelola Hilirisasi Nikel Marak dengan Praktek Korupsi dan Ingkari Prinsip Keadilan Sosial-Ekologis

Sarmuji juga menilai penguatan industri membutuhkan koordinasi lintas kementerian. Ia menyebut Kementerian Investasi, Kementerian Keuangan, Kementerian ESDM, dan Kementerian Pertanian sebagai sejumlah pihak yang perlu diajak bekerja sama.

Kementerian Investasi berkaitan dengan masuknya investasi, sedangkan Kementerian Keuangan memiliki peran dalam pemberian relaksasi atau insentif bagi dunia industri. Sementara itu, sektor energi dan pertanian dinilai memiliki keterkaitan dengan kebutuhan bahan baku dan pengembangan nilai tambah industri.

Baca Juga  BPKP Raih WTP 14 Tahun Beruntun, Dihadiahi Penghargaan oleh Menteri Keuangan

Kementerian Perindustrian melalui keterangan resminya juga menyatakan Sarmuji menempatkan sektor industri sebagai salah satu tumpuan pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja nasional.

Sarmuji meminta program strategis yang telah berjalan dilanjutkan sekaligus membuka ruang bagi terobosan baru. Ia juga menekankan pentingnya komunikasi dengan pelaku industri dan pemangku kepentingan agar kebijakan pemerintah dapat merespons kebutuhan sektor usaha.

Dengan pemetaan masalah yang dilakukan sejak awal masa jabatan, Kemenperin selanjutnya akan menentukan persoalan yang perlu diprioritaskan serta langkah penyelesaian untuk memperkuat sektor manufaktur.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *