Pemuda Pancasila Riau Raih Penghargaan Nasional, 570 Kader Dicetak dalam Dua Tahun

oleh
IMG 6276
Ketua MPW PP Riau Anto Rahman bersama Sekwil Victor dan Bendahara Bonar Saragih.

PEKANBARU — Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Provinsi Riau menerima penghargaan dari Majelis Pimpinan Nasional (MPN) Pemuda Pancasila atas tata kelola kaderisasi selama periode 2019–2024. Dalam program pembinaan tersebut, organisasi ini mengklaim telah mencetak 570 kader melalui dua kali pendidikan dan pelatihan selama dua tahun berturut-turut.

Mengutip pemberitaan iNewsPekanbaru.id, penghargaan diserahkan di sela-sela rangkaian lanjutan Musyawarah Besar (Mubes) XI Pemuda Pancasila di Jakarta, Rabu (14/10/2026). Penghargaan dari Ketua Umum MPN itu disampaikan melalui Sekretaris Jenderal Arief Rahman.

Baca Juga  Jumpai Ribuan Peserta Aksi Damai, Budiman Lubis Janji Kumpulkan Semua Ketua Fraksi DPRD Riau dan Segera Bentuk Pansus Defisit APBD Tahun 2024

Sekretaris Wilayah MPW Pemuda Pancasila Riau, Victor Yonathan, menerima penghargaan tersebut mewakili Ketua MPW Riau, H. Arsadianto Rachman.

Victor menyebut pencapaian tersebut merupakan hasil kerja bersama pengurus dan kader di berbagai tingkatan, mulai dari wilayah hingga ranting. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bidang Kaderisasi MPW dan PW BPK yang terlibat dalam pelaksanaan pendidikan dan pelatihan.

   

“Kaderisasi adalah jantung organisasi. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menjaga kualitas pembinaan kader agar tetap tertib dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Victor, sebagaimana dikutip iNewsPekanbaru.id.

Baca Juga  Hari Libur, Muflihun dan Indra Pomi Cek Perbaikan Jalan dan Parit di Jalan Suka Karya

Tantangan Kaderisasi: Kualitas dan Kontribusi bagi Masyarakat

Program kaderisasi disebut dijalankan melalui pendidikan dan pelatihan, pembinaan berjenjang, serta penguatan pemahaman terhadap nilai-nilai Pancasila dan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.

Capaian 570 kader menjadi salah satu indikator kuantitatif yang disampaikan organisasi. Namun, jumlah peserta yang telah mengikuti kaderisasi belum dengan sendirinya menggambarkan dampak pembinaan terhadap masyarakat.

Tantangan berikutnya adalah memastikan kader mampu menerapkan nilai-nilai Pancasila, menjaga integritas, dan berkontribusi secara nyata dalam kehidupan sosial di lingkungan masing-masing.

Baca Juga  RER Desak Kajati Riau Segera Periksa Syamsuar, Ulil, Ihsan dan Indra Gunawan Terkait Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Kabupaten Siak

Bagi masyarakat Riau, manfaat organisasi kemasyarakatan tidak hanya ditentukan oleh jumlah anggota atau penghargaan yang diterima, tetapi juga oleh kegiatan yang dapat dirasakan langsung, seperti partisipasi sosial, penguatan solidaritas, serta keterlibatan dalam membantu menyelesaikan persoalan di lingkungan warga.

MPW Pemuda Pancasila Riau menyatakan akan memperkuat kaderisasi dan menjaga persatuan. Komitmen tersebut menjadi pekerjaan berkelanjutan yang hasilnya dapat dinilai melalui program, aktivitas, dan kontribusi konkret organisasi di tengah masyarakat.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *