Sarmuji Ajak Kadin Perkuat IKM, Momentum Ekspansi Manufaktur Harus Berdampak ke Daerah

oleh
Muhammad Sarmuji
Muhammad Sarmuji.

JAKARTA – Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji mengajak Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memperkuat keterlibatan industri kecil dan menengah (IKM) dalam agenda industrialisasi nasional. Ia menginginkan momentum pertumbuhan manufaktur tidak hanya dinikmati perusahaan besar, tetapi juga membuka kesempatan bagi pelaku usaha di daerah untuk berkembang.

Ajakan tersebut disampaikan Sarmuji saat menerima audiensi Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie beserta jajaran pengurus di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Senin (2/11/2026).

Dalam pertemuan itu, Sarmuji menyambut perhatian Kadin terhadap pengembangan IKM. Ia menilai keterlibatan pengusaha dari berbagai skala diperlukan agar basis industri nasional semakin luas.

“Kesadaran dan perhatian Kadin terhadap industri kecil dan menengah merupakan hal yang luar biasa. Tentu kami menyambut baik dan mendukung langkah tersebut agar semakin banyak IKM yang berkembang dan naik kelas,” ujar Sarmuji, sebagaimana diberitakan RMOL pada Selasa (3/11/2026).

   
Baca Juga  5 Jurus Jitu CNI Jalankan Mixed Marketing Concept, Paska Tinggalkan Model MLM

Menurut Sarmuji, Indonesia memiliki keunggulan berupa keragaman sumber daya alam dan komoditas unggulan daerah. Potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi kegiatan industri yang menghasilkan nilai tambah sekaligus membuka peluang usaha di berbagai wilayah.

Ekspansi Manufaktur Jadi Momentum

Sarmuji juga menyoroti perkembangan indikator manufaktur nasional yang menunjukkan aktivitas industri berada dalam fase ekspansi.

Berdasarkan data Kementerian Perindustrian yang disampaikan Sarmuji, Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Oktober 2026 tercatat 53,77. Sementara itu, Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia yang dirilis S&P Global mencapai 54,0.

Kedua indikator tersebut berada di atas ambang batas 50, yang menunjukkan aktivitas manufaktur mengalami ekspansi. ANTARA pada 2 November 2026 juga mengutip Sarmuji yang mendorong para pemangku kepentingan memanfaatkan kondisi tersebut untuk mempercepat pertumbuhan industri nasional.

Baca Juga  Hyundai Siap Kembangkan dan Majukan Era Elektrifikasi Tanah Air

Sarmuji menegaskan, momentum positif itu perlu diterjemahkan menjadi peningkatan kinerja industri yang lebih nyata. Penguatan sektor manufaktur diharapkan tercermin dalam peningkatan produksi, investasi, ekspor, dan penyerapan tenaga kerja.

Komoditas Daerah Dibuka untuk Dikembangkan

Dalam pertemuan tersebut, Anindya Bakrie menyampaikan peluang pengembangan industri berbasis komoditas daerah, antara lain sagu, alga, dan kelapa. Menurut Anindya, industrialisasi tidak seharusnya hanya berpusat pada proyek besar seperti pengolahan nikel menjadi bahan baku baterai.

Kadin menilai jaringan organisasinya yang tersebar di 38 provinsi dan lebih dari 500 kabupaten/kota dapat dimanfaatkan untuk menghubungkan pelaku usaha daerah dengan agenda pengembangan industri.

Baca Juga  Gandeng Google Indonesia, Kadin Bidik 50.000 UMKM Masuk Ekosistem Digital

Sarmuji menyambut gagasan tersebut. Dalam pemberitaan Kadin Indonesia pada 2 November 2026, ia menyatakan Kementerian Perindustrian memiliki perhatian dan kesepahaman dengan Kadin untuk mengembangkan potensi komoditas daerah.

Kolaborasi pemerintah dan dunia usaha tersebut diharapkan memperkuat keterkaitan antara IKM dengan industri berskala besar. Dengan demikian, pengembangan industri berbasis sumber daya lokal dapat membuka ruang lebih luas bagi pengusaha daerah untuk masuk ke rantai pasok dan meningkatkan kapasitas usahanya.

Bagi Kementerian Perindustrian, tantangan berikutnya adalah memastikan pertumbuhan manufaktur tidak berhenti pada kenaikan indikator, tetapi juga menghasilkan kegiatan produksi, investasi, dan kesempatan kerja yang dapat dirasakan masyarakat.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *