Belanja 93.000 Klien Institusi Dorong Pendapatan Blibli Tumbuh 46 Persen

oleh
Belanja 93.000 Klien Institusi Dorong Pendapatan Blibli Tumbuh 46 Persen
Belanja 93.000 Klien Institusi Dorong Pendapatan Blibli Tumbuh 46 Persen

JAKARTA — Aktivitas belanja puluhan ribu pelanggan institusi menjadi salah satu penopang pertumbuhan bisnis PT Global Digital Niaga Tbk (Blibli) sepanjang Januari–September 2026. Perusahaan mencatat pendapatan neto konsolidasian Rp22,238 triliun, meningkat 46 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp15,239 triliun.

Dalam laporan kinerja kuartal III 2026 yang dipublikasikan pada 30 Oktober, Blibli menyebut pertumbuhan tersebut ditopang seluruh segmen usaha, terutama bisnis institusi dan toko fisik.

Segmen institusi mencatat pertumbuhan pendapatan neto tertinggi, yakni 70 persen secara tahunan. Menurut laporan perusahaan yang dikutip FORTUNE Indonesia, pendapatan segmen ini mencapai Rp9,916 triliun selama sembilan bulan pertama 2026.

Baca Juga  Nestle MILO Hadirkan MILO NutriActiv Minuman Susu Cokelat dengan Multigrain

Blibli melayani sekitar 93.000 klien institusi dalam periode tersebut. Perusahaan juga mencatat kenaikan belanja rata-rata per klien sebesar 63 persen secara tahunan menjadi Rp145,1 juta.

   

CEO sekaligus Co-Founder Blibli Kusumo Martanto mengatakan pertumbuhan tersebut mencerminkan penguatan ekosistem perdagangan omnichannel yang mengintegrasikan platform digital, toko fisik, dan layanan bagi pelanggan institusi.

ANTARA melaporkan, peningkatan bisnis institusi terutama didorong ekspansi regional pada kategori elektronik konsumen, termasuk telepon pintar, serta elektronik rumah tangga.

Toko Fisik dan Efisiensi Ikut Menopang

Selain pelanggan institusi, jaringan toko fisik turut berkontribusi terhadap pertumbuhan pendapatan Blibli. Hingga akhir September 2026, perusahaan mengoperasikan 347 toko elektronik konsumen, 24 toko elektronik rumah tangga, serta satu toko fesyen dan olahraga.

Baca Juga  Vibe Martech Fest – Marketing and Technology Summit Kini Hadir di Indonesia

Blibli juga mengelola 60 gerai supermarket premium dan 39 pusat pengalaman produk rumah dan gaya hidup melalui ekosistem bisnisnya.

Dalam laporan resminya, perusahaan menyebut telah menambah 31 toko sepanjang kuartal III 2026 untuk memperluas jangkauan layanan dan memperkuat integrasi kanal daring serta luring.

Di sisi operasional, Blibli mencatat penurunan rasio beban operasional terhadap total nilai transaksi (TPV) dari 7,2 persen pada sembilan bulan pertama 2025 menjadi 6,4 persen pada periode yang sama 2026.

Baca Juga  Dukung Pertumbuhan Bisnis, Imperva Perluas Jaringan Global dengan Menambah PoP Kedua di Indonesia

Perbaikan efisiensi tersebut turut meningkatkan kinerja EBITDA terhadap TPV sebesar 160 basis poin secara tahunan. Meski demikian, perusahaan masih mencatat rugi EBITDA Rp566 miliar pada Januari–September 2026, sebagaimana dilaporkan FORTUNE Indonesia.

Untuk 2026, Blibli mempertahankan target pertumbuhan pendapatan neto konsolidasian sebesar 15–20 persen. Perusahaan menyatakan akan melanjutkan penguatan pertumbuhan pendapatan berkualitas, efisiensi operasional, dan pengembangan ekosistem omnichannel.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *