
URBANNEWS.ID – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) terpilih asal Papua, Yorrys Raweyai mengatakan, ada tujuh tuntutan masyarakat Manokwari dan Sorong kepada pemerintah.
Hal itu diketahui Yorrys usai mengunjungi kedua kota di Provinsi Papua Barat tersebut bersama Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, serta Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto pada Kamis (22/8) lalu.

“Ada yang tertulis, yang tadi ya ada tujuh tuntutan,” kata dia dalam sebuah acara diskusi di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (24/8).
Dalam kesempatan tersebut, Yorrys pun membeberkan tujuh tuntutan masyarakat Papua kepada pemerintah.
1. Masyarakat menuntut Pemerintah RI segera memulangkan mahasiswa Papua dari Tanah Jawa kembali ke Papua.
2. Pemerintah harus membubarkan ormas Banser dari Indonesia.
3. Masyarakat mendesak agar Presiden mewakili segenap Bangsa Indonesia meminta maaf kepada rakyat bangsa Papua.
4.Masyarakat meminta Presiden memecat oknum anggota TNI yang mengeluarkan statement ‘monyet’ kepada mahasiswa Papua.
5. Negara segera tarik militer organik dan nonorganik dari tanah Papua, biarkan ‘monyet hidup’ sendiri di bangsanya sendiri.
6. Meminta agar Pemerintah memberikan kebebasan bagi Papua menentukan nasib sendiri.
7. Apabila Pemerintah Indonesia tidak mengindahkan pernyataan mereka dan melakukan hal yang sama, maka mereka akan duduki.
Yorrys menyampaikan, dengan adanya tuntutan tersebut maka Presiden Joko “Jokowi” Widodo diminta untuk datang ke Papua agar mendinginkan suasana.
“Presiden harus datang, usut tuntas kasus ini, kalau tidak mereka akan melakukan aksi yang sama,” ucapnya.
Sebab, kata Yorrys, situasi kondusif di Papua belum sepenuhnya tuntas, karena masih ada peluang di beberapa Kabupaten untuk melakukan unjuk rasa.
“Sambil menunggu pihak kepolisian menuntaskan masalah ini, ini artinya masih siaga lagi, menunggu bukan selamanya, ada waktu, kalau tidak mereka akan lakukan lagi (unjuk rasa),” jelas Yorrys.(hen/idntimes.com)
