Pertamina Perkuat Budaya Keselamatan dan Peduli Lingkungan Untuk Dukung Ketahanan Energi Nasional

oleh
569c7b89 69e1 440f 8021 e42f41921748

JAKARTA – PT Pertamina (Persero) menegaskan komitmennya untuk memperkuat budaya keselamatan serta kepedulian pada lingkungan dalam menjalankan operasionalnya. Ini penting untuk memastikan amanah untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mempercepat agenda keberlanjutan dapat terlaksana.

Menegaskan komitmen itu, Pertamina mengelar HSSE Leadership Forum 2026, bertema Managing Climate Risk in Oil & Gas Business: Strengthening Resilience and Sustainability Across the Value Chain, di Auditorium PGAS, Jakarta, (Rabu, 22/07).

Dalam forum itu, Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat menekankan bahwa perubahan iklim tidak hanya menghadirkan tantangan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi Indonesia. Menurutnya, kekayaan hutan tropis, laut, dan keanekaragaman hayati menjadi keunggulan yang dapat dimanfaatkan melalui pengembangan ekonomi karbon.

Baca Juga  KAI Groundbreaking Pembangunan 2.200 unit Rusun di Kawasan TOD Stasiun Manggarai

“Dunia saat ini berlomba-lomba menurunkan emisi gas rumah kaca. Namun, upaya itu tidak bisa hanya mengandalkan anggaran pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan dunia usaha melalui berbagai skema, termasuk perdagangan karbon,” ujarnya.

   

Ia mencontohkan, rehabilitasi satu hektare hutan mangrove tidak hanya memberikan manfaat lingkungan, tetapi juga dapat menghasilkan nilai ekonomi melalui perdagangan kredit karbon. Karena itu, ia mengajak perusahaan-perusahaan nasional untuk mengambil peran lebih besar dalam pengembangan pasar karbon.

“Climate risk sebetulnya adalah bisnis. Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dan saya berharap perusahaan-perusahaan Indonesia menjadi pelaku utama dalam memanfaatkan peluang tersebut,” katanya.

Baca Juga  85 Program Desa Energi Berdikari Pertamina Sukses Turunkan 729 Ribu Ton Emisi Karbon

Selain aspek lingkungan, Jumhur juga menyoroti pentingnya penerapan Health, Safety, Security and Environment (HSSE) sebagai cerminan peradaban perusahaan. Menurutnya, keselamatan dan kesehatan kerja merupakan bentuk penghormatan terhadap manusia yang harus menjadi budaya di setiap organisasi.

Sementara itu, Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza menyampaikan bahwa Pertamina terus menjalankan mandat pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi nasional, sembari mempercepat berbagai inisiatif dekarbonisasi di seluruh rantai bisnis perusahaan.

Tahun depan, Pertamina diproyeksikan akan mengebor lebih dari 1.000 sumur sebagai bagian dari peningkatan produksi migas. Selain itu, Pertamina juga mencatat penemuan cadangan migas baru di Sumatera Selatan.

Baca Juga  Sasa Bagikan 10.000 Ayam Krispi Gratis untuk Warga Surabaya

Dengan jumlah pekerja mencapai sekitar 130 ribu orang, aspek keselamatan kerja tetap menjadi prioritas utama perusahaan. Pertamina terus memperkuat budaya HSSE melalui penggunaan alat pelindung diri, penerapan stop work authority, peningkatan integritas aset, hingga pembinaan kontraktor.

“Kami ingin memastikan seluruh perwira berangkat bekerja dengan sehat dan pulang ke rumah dengan selamat. Kami akan terus memperkuat budaya keselamatan di seluruh lingkungan Pertamina,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *