JAKARTA — Direktur Institute Soekarno Hatta, Muhammad Hatta Taliwang, menilai Presiden Prabowo Subianto memilih pendekatan tidak konfrontatif dalam menghadapi kekuatan politik yang masih memiliki pengaruh dari pemerintahan sebelumnya.
Menurut Hatta, pendekatan tersebut merupakan bagian dari strategi konsolidasi politik agar program-program pemerintahan Prabowo dapat berjalan.

“Prabowo memang sedang melakukan konsolidasi kekuatan. Tapi dia memilih tidak frontal menyerang. Prabowo paham betul siapa yang dihadapi,” kata Hatta dalam Diskusi Media Buka Fakta yang digelar MediaTrust.id bersama Forum Jurnalis Merdeka (FJM) di Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (18/8/2026).
Hatta mengatakan masa pemerintahan yang baru berjalan sekitar dua tahun belum cukup untuk memberikan penilaian menyeluruh terhadap keberhasilan sebuah pemerintahan. Namun, menurut dia, periode tersebut sudah dapat digunakan untuk melihat arah kebijakan yang dijalankan.
Dalam pemaparannya, Hatta menyinggung sejumlah indikator ekonomi dan kebijakan pemerintah. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II mencapai sekitar 5,29 persen atau meningkat dibandingkan pertumbuhan pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Ia juga menyoroti sejumlah kebijakan pemerintahan Prabowo, antara lain pengambilalihan lahan, penyitaan aset, penghapusan utang UMKM, kebijakan ekspor satu pintu, serta kebijakan penyimpanan hasil tambang di dalam negeri.
Selain itu, Hatta menyebut sejumlah program di bidang pembangunan dan pelayanan publik, termasuk pembangunan jembatan, kebijakan terkait kesejahteraan guru, program cek kesehatan gratis, serta peningkatan kapasitas sejumlah rumah sakit.
Menurut Hatta, pemerintah juga menjalankan kebijakan yang berkaitan dengan sektor pertanian, termasuk harga gabah di tingkat petani.
Soroti Pendekatan Politik Prabowo
Dalam diskusi tersebut, Hatta juga membandingkan pendekatan politik pemerintahan Prabowo dengan pemerintahan sebelumnya, khususnya terkait hubungan pemerintah dengan tokoh-tokoh yang berada di luar kekuasaan.
Ia mengklaim pendekatan yang ditempuh Prabowo berbeda dengan pemerintahan sebelumnya. Pernyataan tersebut merupakan pandangan Hatta dalam forum diskusi.
“Jadi bukan soal berani atau tidak berani, tetapi kalau frontal, sangat mungkin banyak program kebijakan yang tidak bisa jalan karena orang lama memang masih bercokol,” ujarnya.
Menurut dia, Prabowo memilih melakukan konsolidasi secara bertahap dibandingkan mengambil langkah konfrontatif terhadap kekuatan politik yang berasal dari pemerintahan sebelumnya.
Hatta menilai sebagian tokoh dan kekuatan politik lama masih memiliki pengaruh dalam struktur pemerintahan dan kehidupan politik nasional. Karena itu, menurut dia, pendekatan yang ditempuh Prabowo lebih mengarah pada upaya mengakomodasi dan mengonsolidasikan kekuatan politik.
“Konsolidasi Prabowo tidak frontal, tapi kooptasi, mengajak gabung kekuasaan lama,” kata Hatta.
Ia menambahkan, strategi tersebut menurut pandangannya merupakan pilihan politik untuk menjaga stabilitas pemerintahan sekaligus memastikan program-program pemerintah tetap berjalan.
Diskusi tersebut membahas pandangan Hatta mengenai arah konsolidasi politik dan sejumlah kebijakan pemerintahan Prabowo Subianto. Pernyataan terkait pemerintahan sebelumnya dalam forum tersebut merupakan pendapat dan penilaian narasumber.(*)





