Aspek Indonesia Kecam Sikap Pemerintah yang Biarkan Masuknya 49 TKA China di Tengah Darurat Corona

oleh
uc?export=view&id=1MVdkgtq05s onqm2Hbz od 4g4BzZ6
TKA CHINA – Potongan video yang merekam kedatangan puluhan warga negara asing (WNA) China di Bandara Haluoleo Kendari, Minggu (15/3/2020), foto/zonasultra/idtoday.co

URBANNEWS.ID – Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (Aspek Indonesia) mengecam sikap Pemerintah Indonesia yang sampai saat ini masih memberi kebebasan dan kemudahan terhadap masuknya tenaga kerja asing (TKA) asal China, di saat Indonesia dalam darurat Covid 19.

Viralnya berita 49 TKA China yang tiba di Bandara Haluoleo Kendari pada Minggu (15/3), menurut Aspek Indonesia sungguh mengabaikan rasa empati yang seharusnya ditunjukkan oleh Pemerintah kepada rakyat Indonesia.

“WHO sudah menetapkan Covid 19 sebagai pandemi global dan Indonesia pun sudah dalam darurat Covid 19 dimana rakyat sudah diminta untuk membatasi interaksi keramaian. Namun Pemerintah Indonesia tetap saja membuka pintu lebar untuk TKA China? Padalah China adalah sumber awal munculnya virus Covid 19! Ada apa ini? Dimana kedaulatan Indonesia, jika Pemerintah tidak mampu melindungi setiap rakyat Indonesia sebagai pemilik negeri ini?,” ungkap Mirah Sumirat, Presiden Aspek Indonesia dalam keterangan pers tertulisnya, Selasa (17/3/2020).

Baca Juga  BEREAKING NEWS!!! Diduga Akibat Sambaran Petir, Tangki Paraxylene Pertamina Cilacap Terbakar

Mirah mendesak Pemerintah untuk memberikan perlindungan yang maksimal terhadap rakyat dan bersikap tegas dengan menutup arus manusia dari negara lain, yang terpapar Covid 19 khususnya dari China sebagai negara asal Covid 19.

   

“Sehebat apa sih 49 TKA China tersebut sampai harus masuk Indonesia dengan segera dan mengabaikan potensi penyebaran virus Covid 19?,” tanya Mirah.

Baca Juga  MIND ID Akan Bayar Sekitar Tujuh Triliun Rupiah untuk Akuisisi 20 Persen Saham PT Vale Indonesia

Mirah pun mengajak semua masyarakat untuk bersama-sama mengawasi arus masuk manusia khususnya dari China, walaupun saat ini rakyat Indonesia diminta untuk self-isolation.

“Jangan sampai kecolongan! Ketika rakyat banyak yang melakukan self-isolation, kemudian TKA China semakin leluasa masuk ke Indonesia!,” ungkap Mirah.

Menurut Mirah, Pemutusan hubungan kerja (PHK) massal juga sudah banyak terjadi, bahkan potensinya semakin besar karena virus Covid 19, tapi Pemerintah justru memprioritaskan TKA China dibanding memberikan pekerjaan kepada anak bangsa sendiri. “Kondisi ini sangat membuat kami prihatin,” tutup Mirah.(hen)

Baca Juga  Presiden Prabowo: Narkoba Merusak Masa Depan Bangsa