Dilantik Jadi Ketua IKA Unair, Asman Abnur Larang Alumni Bawa Nama Kampus ke Politik Praktis

oleh -
Dilantik Jadi Ketua IKA Unair, Asman Abnur Larang Alumni Bawa Nama Kampus ke Politik Praktis. foto/net

URBANNEWS.ID – Suasana Pemilu 2019, Pileg dan Pilpres, membuat kampus dan lembaga alumninya rawan dijadikan alat untuk dukung mendukung.

Situasi ini membuat Ketua Pengurus Ikatan Keluarga Alumni Universitas Airlangga (IKA Unair) Surabaya Komisariat Pascasarjana, Asman Abnur mengingatkan agar anggotanya tidak melibatkan organisasinya ke ranah politik praktis.

“Ini lembaga pendidikan dan ilmiah, maka alumninya jangan membawa nama instansi jika terlibat ke politik,” ujarnya usai dilantik sebagai ketua pengurus IKA Unair Komisariat Pascasarjana masa bakti 2018-2022 di Surabaya, Sabtu (24/11).

Menurut Asman, banyak cara bisa dilakukan alumni untuk berkontribusi di dunia politik tanpa harus membawa nama almamater. Terlabih Unair memiliki SDM berkualitas, tidak melihat dari mana asalnya, sukunya, bahkan partainya.

“Silakan berkontribusi di dunia politik, tapi tidak dengan membawa nama lembaga perguruan tinggi,” sambung mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tersebut.

Sementara terkait keberadaan IKA Unair Komisariat Pascasarjana, Asman berharap mampu bermanfaat untuk publik tak hanya di Jatim tapi juga nasional.

Alumni, katanya, merupakan salah satu penopang kemajuan universitas. Sehingga, akses dan kemampuannya menjadi modal berharga untuk memajukan institusi dan almamater yang pernah memberinya ilmu.

“Meski berat, tapi saya terima tantangan ini. Semoga Unair tak hanya termasuk di 700 besar universitas terbaik di dunia, tapi 100 besar, dan itu bukan tidak mungkin,” katanya.

Hal sama ditegaskan Wakil Rektor IV Universitas Airlangga, Junaidi Khotib. Memiliki total 128 ribu alumni yang terbagi di 15 fakultas, menjadi kekuatan bagi Unair untuk memacu potensi dan meningkatkan kualitas SDM, termasuk memenuhi kebutuhan pengembangan masyarakat serta bangsa.

Unair, tambah Junaidi, juga membebaskan alumninya untuk terlibat dalam politik praktis, tapi jangan membawa nama lembaga pendidikan. “Alumni Unair harus punya kontribusi positif di manapun berada,” katanya.

“Bagi mereka yang berjuang lewat politik pasti kami dorong dan dukung agar sukses, begitu juga mereka yang mengembangkan wirausaha. Tapi sekali lagi, atas nama perguruan tinggi tak terlibat di politik praktis,” jelasnya.(barometerjatim.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *