Kinerja Sidomuncul Diprediksi Mengkilap Tahun Ini

oleh
Pabrik baru SIDO diclaim zero accident atau zero human error. foto/kontan.co.id

URBANNEWS.ID – Kinerja PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) diramal moncer pada tahun ini. Emiten jamu ini menyiapkan sejumlah strategi seperti meningkatkan produksi, memperluas pasar ekspor, serta efisiensi yang bisa mempertebal pendapatan dan laba bersih SIDO.

Oktober tahun lalu, SIDO resmi memperluas pabrik cairan obat yang berlokasi di Ungaran, Semarang. Analis MNC Sekuritas Victoria Venny mengatakan, perluasan pabrik tersebut bisa menyokong kinerja SIDO di tahun ini. 

“Demand produk herbal berpotensi meningkat, seiring dengan SIDO yang berani memperluas pabriknya,” kata Victoria kepada Kontan.co.id, Selasa (15/1).

Selanjutnya, kinerja SIDO diproyeksikan akan lebih baik di tahun ini karena beragam efisiensi yang sudah berjalan. Victoria menilai kinerja SIDO hingga kuartal III cukup menggembirakan. Pada kuartal III 2018, SIDO menorehkan penjualan sebesar Rp 1,94 triliun, meningkat 4,86% dari periode sama tahun lalu sebesar Rp 1,85 triliun. Sedangkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan pada pemilik entitas induk sebesar Rp 480,11 miliar atau naik 26,21%.

   

Menurut catatan Victoria, laba bersih SIDO bisa naik signifikan karena margin juga tercatat naik 4%. Terjadi efisiensi dengan turunnya harga pokok penjualan (HPP) sebesar 5%.

Senada, Willy Suwanto, analis BCA sekuritas mengatakan, efisiensi menjadi senjata utama kinerja SIDO bisa kembali menggembirakan di tahun ini. Menurut Willy, efisiensi selanjutnya datang dari otomatisasi fasilitas produksi 100 juta sachet per bulan. “Efisiensi tersebut akan menguntungkan SIDO dalam mengurangi biaya tenaga kerja,” kata Willy dalam riset 23 November 2018.

Deputy Head of Research Sinarmas Sekuritas Wilbert menambahkan, penambahan kapasitas produksi hingga 180 sachet per bulan bisa mendukung rencana ekspansi ke luar negeri dan menangkap potensi pertumbuhan di masa depan.

Untuk mendongkrak volume penjualan, SIDO tengah mempersiapkan diri melebarkan sayap bisnis ke pasar yang baru. SIDO akan meningkatkan penetrasi Tolak Angin di bagian timur Indonesia. Selanjutnya, SIDO memilih Filipina sebagai negara tujuan ekspor.

Tak hanya itu, SIDO juga gencar mengekspor Kukubima ke Nigeria. “Ekspor Kukubima bisa mengatasi penurunan tren penjualan minuman energi di pasar domestik,” kata Wilbert dalam riset 8 Januari 2019.(kontan.co.id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *