Impor Indonesia Tahun 2018 Melonjak 20,15 Persen

oleh
Ilustrasi Impor Pangan. foto/net

URBANNEWS.ID – Sepanjang 2018, Indonesia mencatat pertumbuhan impor melonjak 20,15%. Lonjakan barang impor China mendominasi sepanjang 2018.

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS), seperti dikutip Selasa (15/1/2019), sepanjang Januari-Desember 2018, nilai impor barang dari China mencapai US$ 45,24 miliar atau naik 28,48%. 

Kemudian, urutan kedua adalah barang dari Jepang. Nilainya mencapai US$ 17,94 miliar atau tumbuh 11,3%.

Baca Juga  Telkomsel dan PPNI Hadirkan Layanan Hotline Edukasi Covid-19

Peringkat ketiga, diikuti Thailand dengan nilai US$ 10,85 miliar atau tumbuh 6,83%.

   

Yang cukup mengejutkan ada di peringkat empat. Sepanjang 2018, Indonesia mengimpor barang dari Singapura dengan nilai US$ 9,58 miliar atau tumbuh 6,03%.

BPS mencatat sepanjang 2018, ekspor masih tumbuh 6,65% menjadi US$ 180,06 miliar. Sementara impor tumbuh 20,15% menjadi US$ 188,63 miliar.

Baca Juga  GEBUK Desak Seluruh Direksi dan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan Ditetapkan Tersangka Skandal Korupsi

BPS mencatat sepanjang 2018, terjadi defisit pada neraca dagang karena tingginya impor melebihi nilai ekspor. “Defisit 2018 totalnya defisit mencapai US$ 8,57 miliar,” kata Suhariyanto

Suhariyanto mengatakan, penyebab defisit tersebut disebabkan oleh neraca migas yang negatif mencapai US$ 12,4 miliar. Sementara non migas tercatat tumbuh US$ 3,8 miliar. 

Untuk informasi, pada 2017, ekspor hanya tercatat US$ 168,83 miliar. Sementara, total impor 2017 tercatat US$ 156,99 miliar. Impor nonmigas naik 19,71% jadi US4 158,82 miliar dari US$ 132,67 miliar.(cnbcindonesia.com)

Baca Juga  Perusahaan Migas Aceh Diingatkan untuk Ekstra Hati-hati dalam Mengelola Aset Warisan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *