URBANNEWS.ID – Pengerjaan proyek digitalisasi SPBU Pertamina yang merupakan kerjasama PT Telkom Tbk dengan PT Pertamina (Persero) tidak dijalankan secara serius. Hal itu terlihat dari tujuh kali operasi yang tertunda alias mangkrak.
Demikian diungkapkan Koordinator Center for Budget Analysis, Jajang Nurjaman menjawab urbannews.id, Selasa (17/11/2020).
“Diduga banyak pihak yang sengaja menghambat jalannya program ini, karena secara regulasi sudah tegas seperti Peraturan BPH Migas Nomor 6 tahun 2013, tindak lanjuti surat Menteri ESDM Nomor 2548/10/men/2018 12 Maret 2018 dalam rangka peningkatan akuntabilitas data penyaluran BBM. Namun anehnya program Digitalisasi SPBU hingga saat ini belum rampung juga,” ulas Jajang.
Karena mangkraknya program ini, lanjut Jajang, 5.518 SPBU tidak terpantau, bagaimana stok, volume penjualan dan besaran nilai transaksi. “Tak heran banyak kasus subsidi solar yang diduga tidak tepat sasaran dan banyak dimainkan,” ungkap Jajang.
Jajang menyatakan, CBA mendorong BPK segera mengaudit proyek Digitalisasi SPBU Pertamina, dan KPK melakukan penyelidikan atas proyek ini, khususnya pihak ketiga yang ditunjuk PT Telkom karena sudah jelas gagal menjalankan tugasnya.
“BPK dan KPK perlu melakukan pemeriksaan tentang besaran nilai proyek Digitalisasi SPBU Pertamina karena ada dugaan Mark up Anggaran,” ujar Jajang.(hen)

