Kasatker PNP Riau Aldino Herupriawan Tetap Optimis Menjaga Keberlanjutan Program Perumahan di Tengah Covid 19, Riau Berhasil Raih Peringkat I Terbaik Nasional

oleh -
Penerimaan Penghargaan Satker dan KPA Terbaik I Kategori Nilai IKPA Terbaik Satuan Kerja dengan Indikator Kompleks TA. 2020. Foto/Istimewa

PEKANBARU, URBANNEWS.ID – Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Sumatera III Zubaidi, ST., MT mengungkapkan perlu upaya untuk tetap menjaga keberlanjutan program-program yang saat ini sedang berjalan di kala pandemi Covid-19. 

Senada, Kepala Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Riau Aldino Herupriawan, ST., MT juga mengungkapkan dalam situasi pandemi Covid-19 saat ini, yang terpenting adalah konsolidasi secara internal dengan melakukan upaya serta mencari solusi. 

Zubaidi mengapresiasi berbagai terobosan yang dilaksanakan oleh Satuan Kerja Penyediaan Perumahan terhadap kegiatan yang saat ini sedang berjalan salah satunya membentuk tim monitoring Wasdal online

Aldino mengatakan, di Provinsi Riau saat ini Covid-19 mengalami peningkatan yang sangat tinggi sehingga membatasi kegiatan monitoring secara langsung ke lokasi.

“Namun pandemi ini bukanlah menjadi penghalang untuk tetap melaksanakan kegiatan yang sedang berjalan, dengan adanya monitoring oleh tim wasdal online ini sangat membantu kegiatan pengawasan dan pengendalian untuk tetap mengawal pencapaian progres pada Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Riau,” ungkap Aldino.

Lebih lanjut Aldino mengatakan, hal itu dibuktikan dengan kinerja Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Riau sebagai Satker dengan peringkat terbaik Nasional.

“Laporan e-monitoringPUPR yang dapat diakses secaraonlinemerupakan indikator penilaian terhadap kinerja seluruh Satker di Indonesia. Terlihat pada status update tanggal 5 Agustus 2021 dengan perolehan progres fisik 60,96% dan keuangan 75,46%, Satker Penyediaan Perumahan Provinsi Riau menduduki peringkat pertama se-indonesia di lingkungan Direktorat Jenderal Perumahan,” ungkap Aldino.

“Dalam menghadapi situasi pandemi Covid-19 sekarang ini kita perlu tetap bersabar, optimistis, tetap disiplin, dan bekerja sama untuk keluar dari masa sulit ini,” ujar Aldino lagi.

Aldino juga mengapresiasi kinerja masing-masing PPK di Satker itu yang memiliki langkah-langkah khusus dalam menjaga keberlanjutan Program.

PPK Pembangunan Rumah Susun dan Rumah Khusus Andi, ST pun menyatakan optimis bisa segera menyelesaikan semua proyek yang sedang berjalan lebih cepat dari schedulerencana.

“Target untuk kegiatan Pembangunan Rumah Susun, kita akhir September optimis 100%,” katanya. 

Sebelumnya, dalam paparan realisasi kegiatan monev, Andi mengungkapkan pihaknya tetap berupaya menjaga keberlanjutan konstruksi di saat pandemi Covid-19 dengan melakukan pembatasan ekstra keluar-masuk lokasi proyek dengan melampirkan bukti vaksin oleh pekerja yang baru datang dari luar daerah serta wajib izin kepada PPK bagi personil yang akan meninggalkan lokasi.

“Sedangkan pengerjaan proyek tersebut harus tetap memperhatikan protokol kesehatan. Berdasarkan data laporan progres terakhir Pembangunan Rumah yang ada di Pekanbaru yaitu Rusun Yayasan Laman Emas Riau STAI Lukman Edy sudah mencapai 61,45% dan Pembangunan Rumah Susun Yayasan Amal Mulia Ponpes Miftahul mencapai 55,10%, sedangkan Pembangunan Rumah Susun Ponpes Syeh Burhanudiin Kuntu di Kabupaten Kampar telah mencapai 76,04%,” ungkap Andi.

“Saat ini pekerjaan sudah memasuki Pekerjaan Arsitektur Bagian dalam hunian dan Pekerjaan Atap. Berdasarkan jadwal rencana percepatan pertengahan agustus ini sudah topping off seluruhnya,” imbuhnya lagi.

Pada kegiatan lainnya PPK Rumah Swadaya dan RUK Evy Linawaty Parsaulian, SH., MH menyatakanBantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) berkonstribusi besar dalam pencapaian Progres Satker Penyediaan Perumahan Provinsi Riau pada triwulan I/2021 dengan nilai Rp 32,1 Milyar.

“Dalam catatan laporan realisasi sampai dengan akhir Agustus lalu progres telah mencapai 86,06% dengan jumlah rumah yang sudah selesai 100% sebanyak 1.305 rumah dari total alokasi 1.605 rumah. Dari sisa bobot yang belum terlaksana sisanya adalah lokasi yang termasuk dalam Alokasi Anggaran PEN atay Pemulihan Ekonomi Nasional yang SK nya baru terbit di bulan Juli lalu,” ungkapnya.

Sedangkan untuk kegiatan PSU Rumah Umum dan Komersial progres masih berjalan normal dengan capaian bobot realisasi 38,49 %. 

Evy mengungkapkan pihaknya tetap berupaya menjaga keberlanjutan konstruksi di saat pandemi Covid-19 dengan membuat SOP khusus terkait izin pelaksanaan dan penugasan yang dilakukan secara online sehingga pelaksanaan tetap bisa dikawal secara langsung oleh PPK.

“Kita juga apresiasi terhadap kinerja TFL dan Tenaga Ahli di lapangan yang tetap menjaga produktifitas dan disiplin dalam kondisi pandemi Covid-19. “Semoga dengan pelayanan dari tenaga-tenaga dilapangan akan lebih mempermudah dan progres bisa lebih cepat dari target rencana” jelasnya.(hen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *