Sorot Kinerja Pj Gubernur DKI Jakarta, CBA: Hanya Renovasi Ruang Kerja dan Rehabilitasi Rumah Dinas Gubernur 

oleh
3BA91498 F035 4764 9F15 FD6D2936AAB2
Uchok Sky Khadafi. foto/jawapos.com

JAKARTA – Setelah Drs. Heru Budi Hartono MM diangkat atau ditetapkan oleh Presiden Jokowi sebagai Pj (Penjabat) Gubernur DKI Jakarta, sama sekali belum melakukan terobosan apapun buat rakyat Jakarta.

“Biar pun begitu, masih ada lho, kinerja prestasi yang patut dikasih jempol alias penghargaan oleh Presiden Jokowi dan Mendagri (menteri dalam negeri) kepada Heru Budi Hartono sebagai Pj Gubernur DKI Jakarta. Salah satunya mampu melakukan renovasi ruang kerja dan rehabilitasi maupun  restorasi Dinas Gubernur DKI Jakarta,” ungkap Direktur Eksekutif CBA Uchok Sky Khadafi, Selasa (14/5/2024) di Jakarta. 

   

Tidak tanggung-tanggung, kata Uchok, realisasi anggaran renovasi ruang kerja gubernur, rehabilitasi dan restorasi rumah dinas Gubernur DKI Jakarta dari tahun 2023 – 2024 sudah menghabiskan anggaran sekitar Rp 4,5 miliar. 

Baca Juga  CBA Ungkap Mahalnya Anggaran Perumusan Kebijakan Mendikbudristek

Selanjutnya untuk lebih detail, seperti proyek renovasi Ruang Kerja Pj Guberbur mengerus anggaran sebesar Rp.306.494.896. Sedangkan untuk Rehabilitasi maupun  Restorasi Dinas Gubernur DKI Jakarta sudah menghambur – hambur duit pajak sekitar Rp.3.087.813. 479. Dan ditambah lagi sekitar Rp.1.161.962.235 untuk Pengawasan Restorasi Rumah Dinas Gubernur DKI.

“Kemudian yang paling cerdik dan agar realisasi anggaran tersebut terkesan aman atau tidak terlalu gede alias mahal di mata publik, maka “diakali” alias dibuat sumber alokasi berasal dari dua dinas atau lembaga Gubernur DKI Jakarta,” kata Uchok.

Hal itu menurut Uchok misalnya seperti realisasi anggaran untuk renovasi ruang kerja Pj Gubernur berasal dari  Biro umum dan Administrasi sekretariat daerah  Provinsi DKI Jakarta. Sedangkan sumber anggaran untuk Rehabilitasi maupun  Restorasi Dinas Gubernur DKI Jakarta berasal dari Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan Provinsi DKI Jakarta.

Baca Juga  BPK Temukan Proyek Bermasalah di PGN, CBA Desak KPK Bergerak Cepat untuk Tetapkan Tersangka

“Kemudian dari cerita seperti di atas, kami dari CBA (Center For Budget Analisis) meminta aparat hukum seperti KPK untuk membuka penyelidikan atas realisasi anggaran renovasi, Rehabilitasi dan Restorasi Pj Gubernur DKI Jakarta tersebut,” tegas Uchok.

Karena, kata Uchok, apabila dilihat dari proses awal sampai kepada pemenang tender atas proyek Perencanaan Restorasi Rumah Dinas Gubernur DKI Jakarta dan Pekerjaan Rehabilitasi Rumah Dinas Gubernur DKI Jakarta, seperti aneh bin janggal, dan harus disidik KPK.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *