Buka Harga IPO Mulai Dari Rp 150, BSA Logistics Targetkan Dana Rp 306 Miliar

oleh
IMG 4517

JAKARTA – Danai pengembangan bisnisnya, perusahaan logistik PT BSA Logistics Indonesia berencana melangsungkan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) dengan menetapkan harga penawaran awal (book building) sebesar Rp150-Rp170 per saham. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persya di Jakarta, kemarin.

Rencana aksi korporasi ini akan menjadi IPO pertama di pasar modal Indonesia untuk tahun 2026. Dalam aksinya, perseroan menawarkan sebanyak-banyaknya 1,8 miliar saham atau setara 20,75% dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO, sehingga berpotensi meraih dana sebanyak-banyaknya Rp306 miliar.

   

Perseroan mengungkapkan, masa book building berlangsung pada 25-27 Maret 2026, dengan masa penawaran umum pada 1-8 April 2026, dan masa penjatahan pada 8 April 2026. Kemudian, secara resmi akan melantai di BEI dengan kode saham WBSA pada 10 April 2026.

Terkait penggunaan dana IPO, seluruh dana hasil IPO setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan digunakan oleh perseroan yaitu sekitar Rp215 miliar untuk mengambilalih saham PT Bermuda Inovasi Logistik sebanyak 191.250 lembar saham atau setara 99,99% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh BIL dari PT Bermuda Nusantara Logistik (BNL).

Kemudian, sisa dana hasil IPO akan digunakan sebagai modal kerja perseroan, meliputi untuk mendukung kegiatan operasional sehari-hari, menjaga likuiditas usaha, serta memperkuat kapasitas layanan logistik multimoda. Dalam IPO ini, bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek yaitu PT OCBC Sekuritas Indonesia, dan PT Semesta Indovest Sekuritas. Adapun, pihak penjamin emisi efek akan ditentukan kemudian.

Struktur kepemilikan PT BSA Logistics Indonesia saat ini sebesar 99,69% dimiliki oleh Tiga Beruang Kalifornia Pte. Ltd (TBK), dan sebesar 0,31% dimiliki oleh PT Permata Gandaria Indah (PGI). Seiring aksi IPO yang akan dilakukan, struktur kepemilikan PT BSA Logistics Indonesia akan menjadi, diantaranya 79,01% dimiliki oleh TBK, sebesar 0,24% dimiliki oleh PGI, dan sebesar 20,75% dimiliki oleh masyarakat/ publik.

Per 20 Februari 2026, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan terdapat delapan perusahaan berada dalam pipeline (antrean) untuk melangsungkan IPO di pasar modal Indonesia. Dari delapan perusahaan dalam antrean IPO di BEI, sebanyak lima perusahaan beraset skala besar di atas Rp250 miliar, dan sebanyak tiga perusahaan beraset skala menengah antara Rp50 miliar sampai Rp250 miliar.

Sementara itu, dari sisi sektor, sebanyak dua perusahaan yaitu sektor barang baku, dua perusahaan sektor keuangan, dan satu perusahaan sektor transportasi dan logistik. Kemudian, satu perusahaan sektor barang konsumen primer, satu perusahaan sektor energi, serta satu perusahaan sektor industri. Sepanjang tahun ini terhitung sampai 20 Februari 2026, BEI mencatat belum ada perusahaan yang melangsungkan IPO di pasar modal Indonesia, sehingga total perusahaan tercatat di pasar modal Indonesia saat ini tercatat sebanyak 956 perusahaan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *