Kortastipidkor Polri Geledah Kantor WIKA Terkait Dugaan Korupsi Proyek Modernisasi Pabrik Gula Asembagus Rp645 Miliar

oleh
Kortastipidkor Polri Geledah Kantor WIKA Terkait Dugaan Korupsi Proyek Modernisasi Pabrik Gula Asembagus Rp645 Miliar
Kortastipidkor Polri Geledah Kantor WIKA Terkait Dugaan Korupsi Proyek Modernisasi Pabrik Gula Asembagus Rp645 Miliar

JAKARTA – Penyidik Kortastipidkor Polri melakukan penggeledahan terkait penyidikan dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek pengembangan dan modernisasi Pabrik Gula Asembagus, Situbondo, Jawa Timur, milik PT Perkebunan Nusantara XI (PTPN XI) periode 2016–2022. Penggeledahan dilakukan sebagai bagian dari upaya mengumpulkan bukti tambahan guna memperkuat proses pembuktian dalam perkara tersebut.

Ketua Tim Penyidik Dittindak Kortastipidkor Polri, Kombes Pol. Gunawan, menjelaskan bahwa penggeledahan merupakan bagian dari rangkaian penyidikan yang tengah berjalan terhadap dugaan korupsi pada proyek strategis tersebut.

“Kegiatan kami hari ini adalah melaksanakan penggeledahan terkait proses penyidikan yang dilakukan oleh penyidik Kortastipidkor Polri terhadap dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek pengembangan dan modernisasi Pabrik Gula Asembagus, Situbondo, Jawa Timur, pada PT Perkebunan Nusantara XI (PTPN XI) periode 2016–2022,” ujar Kombes Pol. Gunawan dikutip Sabtu (13/6/2026).

Dalam perkara tersebut, penyidik mengungkapkan bahwa negara diduga mengalami kerugian yang cukup besar. Berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, nilai kerugian keuangan negara diperkirakan mencapai lebih dari Rp645 miliar.

   

Kombes Pol. Gunawan menjelaskan, proyek tersebut dilaksanakan oleh Kerja Sama Operasi (KSO) yang melibatkan PT Wijaya Karya (WIKA), PT Barata Indonesia, dan PT Multinas Sejahtera Indonesia. Selain melakukan penggeledahan di kantor WIKA, penyidik juga secara bersamaan melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi di Jawa Timur yang berkaitan dengan PT Barata Indonesia dan PT Multinas Sejahtera Indonesia.

Baca Juga  JAN Apresiasi Kejagung Bongkar Korupsi IUP Bauksit, Tapi Desak Perkara Samin Tan Jangan Mandek

“Pelaksana proyek ini adalah Kerja Sama Operasi (KSO) PT Wijaya Karya (WIKA), PT Barata Indonesia, dan PT Multinas Sejahtera Indonesia. Pada hari ini kami juga melaksanakan kegiatan penggeledahan yang sama di wilayah Jawa Timur terkait PT Barata Indonesia dan PT Multinas Sejahtera Indonesia,” katanya.

Menurutnya, penggeledahan dilakukan untuk memperoleh bukti-bukti tambahan yang nantinya akan dianalisis dan didalami sebagai bagian dari proses penyidikan.

“Kegiatan kali ini merupakan upaya untuk mengumpulkan bukti-bukti tambahan. Bukti-bukti tersebut nantinya akan kami analisis dan dalami guna memperkuat pembuktian dalam proses penyidikan yang sedang kami laksanakan,” ujarnya.

Ia menambahkan, penyidik juga tengah mempersiapkan langkah untuk menetapkan pihak-pihak yang akan dimintai pertanggungjawaban pidana berdasarkan alat bukti yang telah dikumpulkan. Di sisi lain, penyidik berupaya mempercepat penyelesaian perkara agar memberikan kepastian hukum, keadilan, dan kemanfaatan bagi masyarakat.

“Kami juga akan menetapkan pihak-pihak yang nantinya dimintai pertanggungjawaban pidana berdasarkan alat bukti yang kuat. Tidak kalah penting, kami ingin mempercepat proses penyidikan ini agar tidak berlarut-larut sehingga dapat memberikan kepastian hukum, keadilan, dan kemanfaatan,” tutur Kombes Pol. Gunawan.

Penyidik memastikan seluruh proses penyidikan maupun penggeledahan dilakukan secara profesional sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami memastikan kepada rekan-rekan bahwa proses penyidikan dan kegiatan penggeledahan yang dilaksanakan hari ini dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel,” tegasnya.

Di akhir keterangannya, Kombes Pol. Gunawan meminta dukungan masyarakat agar proses penyidikan berjalan lancar. Ia juga menyampaikan bahwa Kortastipidkor Polri tidak membuka sesi tanya jawab dalam kesempatan tersebut, namun mengonfirmasi bahwa penggeledahan di kantor WIKA dilakukan di lantai 3 dan lantai 12.

Baca Juga  Pimpinan BPK RI Disebut Ikut Terima Duit Suap Muara Enim, Pengamat Minta Segera Didalami KPK

“Penggeledahan dilakukan di kantor WIKA, tepatnya di lantai 3 dan lantai 12. Di lantai tersebut terdapat sejumlah ruangan yang kami akses karena kami duga terdapat bukti-bukti yang relevan dengan proses penyidikan yang sedang kami laksanakan,” pungkasnya.

Sementara itu, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) memberikan klarifikasi terkait penggeledahan kantor WIKA ke Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Kepolisian Negara RI (Kortastipidkor Polri).  Penggeledahan kantor WIKA itu terkait dugaan tindak pidana korupsi proyek pengembangan dan modernisasi Pabrik Gula Assembagoes milik PTPN XI.

Corporate Secretary WIKA, Ngatemin alias Emin mengatakan, peristiwa itu benar terjadi pada tanggal 9 Juni 2026.

Penggeledahan tersebut dilakukan dalam rangka pengumpulan dokumentasi yang berkaitan dengan proses penyidikan pada Proyek Pembangunan Pabrik Gula Asembagoes.  “Hal ini dilatarbelakangi oleh peran WIKA sebagai salah satu anggota dari Kerjasama Operasi (KSO) Pembangunan proyek bersama PT Barata Indonesia (Persero) dan PT Multinas Indonesia yang bertindak selaku kontraktor pelaksana pada proyek dimaksud,” katanya dalam keterbukaan informasi tanggal 15 Juni 2026 Emin bilang, saat ini Pabrik Gula Assembagoes di Situbondo telah beroperasi di bawah PTPN.  Namun, Konsorsium WIKA-Barata-Multinas masih memiliki kewajiban yang belum tuntas, yaitu performance test, yang tertunda akibat belum lengkapnya persyaratan administratif dalam kontrak yang mengharuskan adanya kontribusi dari seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Pekerjaan Proyek.  Untuk itu, WIKA bersama dengan pihak-pihak lain yang terlibat dalam pelaksanaan Pekerjaan masih terus melakukan koordinasi untuk mengupayakan penyelesaian aspek administratif dan teknis untuk menyelesaikan pelaksanaan Pekerjaan sesuai dengan kontrak dan ketentuan yang berlaku. WIKA menilai bahwa proses penyidikan dan penggeledahan tersebut tidak berpotensi menimbulkan dampak yang signifikan terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan, maupun keberlangsungan usaha.

Baca Juga  IMA Madina Pekanbaru Minta Kejaksaan Agung Bongkar Dugaan Korupsi Program MBG hingga Tingkat Daerah

“Adapun WIKA terus melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala terhadap reputasi perusahaan,” tuturnya. Sejak tahun 2023, kata Emin, WIKA telah menerapkan 8 stream penyehatan yang salah satunya adalah Peningkatan tata Kelola. Kedelapan poin itu adalah penerapan four eyes principles pada saat proses tender, perbaikan kontrak konstruksi, peningkatan mekanisme pengendalian proyek JO, Digitalisasi proses pengadaan, penggunaan biro kredit, whistleblowing system yang terintegrasi dengan system KPK,  penerapan checkpoint pada setiap capaian progres tertentu untuk melihat kinerja komers?l, operas? pada setiap proyek, Digital Control Tower untuk memantau progress proyek secara real time, serta ERP berbasis SAP pada seluruh unit bisnis hingga Anak Perusahaan Perseroan. “Hingga saat ini tidak terdapat informasi/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi kelangsungan hidup perusahaan serta dapat mempengaruhi harga saham,” katanya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *